Banyak penulis merasa bingung saat tulisannya sudah rapi, informatif, dan sesuai kaidah, tetapi tetap sepi pembaca. Padahal, kualitas tulisan bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan apakah pembaca akan membaca sebuah konten atau tidak. Ada beberapa alasan penting yang sering luput dari perhatian penulis. Berikut Minpus bahas apa saja kemungkinan yang menjadi penyebab tulisan sepi pembaca.
Penyebab
1. Judul yang terlalu aman
Terkadang judul yang aman membuat pembaca tidak tertarik untuk membaca. Judul memang harus relevan dengan isi, tetapi juga perlu memancing rasa penasaran. Judul yang hanya menjelaskan topik tanpa sudut pandang unik cenderung tenggelam di antara konten lain yang lebih menarik.
2. Pembukaan tulisan tidak langsung menyentuh masalah.
Banyak penulis memulai tulisan dengan definisi atau penjelasan umum. Akibatnya, pembaca tidak merasa terhubung sejak awal. Padahal, paragraf pembuka berfungsi sebagai pintu masuk. Jika pembaca tidak merasa “ini tentang saya”, mereka akan segera meninggalkan tulisan.
3. Tulisan minim emosi dan cerita.
Pembaca tidak hanya mencari data, tetapi juga pengalaman, contoh, atau kisah yang relevan. Tulisan yang terasa kaku dan datar sulit membangun kedekatan emosional, meskipun isinya sebenarnya sangat bermanfaat.
4. Penggunaan bahasa yang terlalu formal atau teknis
Banyak penulis ingin terlihat profesional, tetapi mereka justru membuat tulisan menjadi sulit dipahami. Sebaliknya, penulis yang menggunakan kalimat sederhana, jelas, dan mengalir memudahkan pembaca dari berbagai latar belakang untuk memahami isi tulisan.
5. Tidak adanya arah dan struktur yang jelas.
Tulisan terlihat panjang, tetapi tidak fokus. Pembaca menjadi lelah karena tidak tahu ke mana tulisan ini akan dibawa. Struktur yang rapi dengan subjudul dan alur yang jelas membantu pembaca bertahan hingga akhir.
6. Penutup tulisan yang lemah.
Tanpa kesimpulan yang kuat atau ajakan bertindak, pembaca tidak mendapatkan kesan mendalam. Padahal, bagian akhir adalah kesempatan terakhir untuk menegaskan pesan utama.
Kesimpulan
Tulisan bagus bisa sepi pembaca bukan karena penulis kurang berbakat, melainkan karena pesan belum disampaikan dengan cara yang tepat. Dengan memperbaiki judul, pembukaan, bahasa, struktur, dan penutup, tulisan memiliki peluang lebih besar untuk dibaca dan diingat oleh pembaca.
Baca juga artikel Strategi Menulis Buku dalam Waktu 3 Bulan agar dapat menyusun buku yang bermanfaat dan menarik bagi pembaca luas.











