Review Buku Odontogram Forensik dan Identitas Diri: Buku Ajar Kontekstual untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Review Buku Odontogram Forensik dan Identitas Diri: Buku Ajar Kontekstual untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Di tengah pesatnya perkembangan ilmu kedokteran gigi, pembelajaran sering kali terfokus pada aspek klinis dan teknis perawatan pasien. Namun, ada satu bidang penting yang kerap luput dari perhatian mahasiswa sejak dini, yakni peran gigi dalam identifikasi forensik. Buku Odontogram Forensik dan Identitas Diri: Buku Ajar Kontekstual untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Buku ini secara kontekstual dan humanis menegaskan bahwa setiap odontogram memuat nilai ilmiah, etis, dan kemanusiaan yang besar.

Sinopsis Buku

Buku ini mengupas odontologi forensik secara komprehensif dengan menjadikan gigi sebagai “arsip identitas” manusia. Sejak awal bab, buku ini menegaskan pentingnya odontogram dalam identifikasi bencana massal saat sidik jari dan DNA terbatas. Selanjutnya, buku ini menjelaskan secara sistematis sistem penomoran gigi (FDI, Universal, dan Palmer), anatomi gigi, hingga perbedaan antara odontogram klinik dan forensik.

Tidak hanya teori, penulis juga menyajikan metode estimasi usia berbasis gigi, seperti Demirjian, Moorrees, hingga AlQahtani, lengkap dengan kelebihan dan keterbatasannya. Buku ini menyajikan studi kasus nyata, simulasi, dan refleksi etika sehingga materi relevan, membumi, dan membentuk aspek kognitif serta afektif.

Profil Singkat Penulis

Buku ini ditulis oleh tim penulis yang memiliki rekam jejak kuat di bidang odontologi forensik. Prof. Dr. Mieke Sylvia Margaretha Amiatun Ruth, drg., M.S., Sp.OF.(K) merupakan guru besar dan konsultan odontologi forensik Universitas Airlangga dengan pengalaman panjang di bidang akademik, riset, dan misi forensik internasional. Bersama beliau, Eko Prastyo, drg., M.Si., M.Pd., Sp.OF., Fery Setiawan, drg., M.Si., dan Basma Rosandi Prakosa, drg., M.Si. menghadirkan perspektif praktisi sekaligus pendidik yang aktif terlibat dalam pendidikan, penelitian, dan identifikasi korban bencana. Kolaborasi ini membuat isi buku terasa solid dan aplikatif.

Kelebihan Buku

  • Pendekatan kontekstual dan humanis, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teknis, tetapi juga makna kemanusiaan di balik data klinis.

  • Bahasa sederhana dan komunikatif, cocok untuk mahasiswa kedokteran gigi tingkat awal.

  • Dilengkapi studi kasus nyata, yang meningkatkan relevansi dan daya reflektif pembaca.

  • Struktur materi sistematis, mulai dari dasar hingga aplikasi forensik.

  • Adanya latihan dan simulasi, yang mendukung pembelajaran aktif dan kritis.

Kelemahan Buku

  • Fokus utama pada mahasiswa pemula, sehingga pembaca tingkat lanjut mungkin membutuhkan referensi tambahan yang lebih mendalam.

  • Dominasi konteks kasus di Indonesia, yang meski relevan, bisa diperluas dengan perbandingan internasional pada edisi berikutnya.

Penutup

Secara keseluruhan, Odontogram Forensik dan Identitas Diri bukan sekadar buku ajar teknis, melainkan jembatan antara ilmu kedokteran gigi dan misi kemanusiaan. Buku ini berhasil menanamkan kesadaran bahwa setiap goresan simbol pada odontogram memiliki nilai hukum, etika, dan identitas yang tak tergantikan. Bagi mahasiswa kedokteran gigi, dosen, maupun praktisi forensik, buku ini layak menjadi referensi wajib—sebab dalam setiap gigi, tersimpan jejak hidup yang pantas dihargai dan diingat.