Review Buku Analisis Risiko Kesehatan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja pada Pekerja Tambang
Bekerja di sektor tambang sering kali identik dengan risiko tinggi. Namun, banyak pihak kerap hanya menilai risiko tersebut dari sisi keselamatan kerja, bukan dari kesehatan jangka panjang para pekerja. Di sinilah buku Analisis Risiko Kesehatan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja pada Pekerja Tambang memiliki peran penting. Buku ini tidak sekadar menjelaskan teori K3, tetapi mengajak pembaca memahami kesehatan kerja secara utuh, praktis, dan aplikatif. Dengan bahasa yang sederhana, buku ini terasa dekat, bahkan untuk pembaca non-akademik yang sehari-hari berkutat di lapangan.
Sinopsis Buku
Penulis merancang buku ini sebagai panduan praktis yang menjembatani teori dan praktik kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di industri pertambangan. Pembahasan mulai dengan memperkenalkan kerangka risiko dan higiene industri, lalu mengalir ke pemetaan proses kerja, identifikasi pajanan, hingga analisis data dan karakterisasi risiko kesehatan.
Menariknya, buku ini tidak berhenti pada aspek teknis pengukuran seperti debu respirabel, silika kristalin, kebisingan, getaran, panas kerja, hingga emisi diesel. Penulis juga mengaitkannya dengan kondisi kesehatan pekerja, termasuk sindrom metabolik dan penyakit akibat kerja di bidang THT seperti NIHL, rinitis alergi, dan LPR. Selanjutnya, penulis mengajak pembaca memahami strategi pencegahan primer, sekunder, dan tersier yang realistis untuk diterapkan perusahaan tambang, termasuk di lokasi terpencil yang minim fasilitas kesehatan.
Sebagai penutup isi, buku ini menyajikan studi kasus implementasi program dan pelaporan dampak secara komprehensif. Alurnya terasa runtut: dari data, menjadi keputusan, lalu berujung pada kebijakan berbasis bukti.
Profil Penulis
Tim penulis dengan latar belakang akademik dan klinis yang kuat menulis buku ini, yaitu : Dr. Ida Ayu Indira Dwika Lestari, S.K.M., M.K.K.K., dosen K3 FKM Universitas Mulawarman, menjadi motor utama penulisan dengan pengalaman panjang di bidang higiene industri dan penyakit akibat kerja. Ia didampingi oleh dr. Ida Bagus Aditya Nugraha, Sp.P.D., FINASIM, yang mendalami aspek sindrom metabolik dan penyakit dalam, serta dr. I Putu Yupindra Pradiptha, Sp.T.H.T.B.K.L., yang mengulas penyakit akibat kerja di ranah THT. Kombinasi ini membuat isi buku terasa seimbang antara akademik, klinis, dan praktik lapangan.
Kelebihan Buku
Pendekatan holistik, tidak hanya fokus pada bahaya fisik, tetapi juga kesehatan pekerja secara menyeluruh.
Pembahasan lengkap dengan alat bantu praktis seperti template, checklist, dan KPI.
Studi kasus nyata membuat teori terasa lebih hidup dan relevan dengan kondisi lapangan.
Bahasa lugas dan mudah untuk pembaca pahami, meski topiknya teknis.
Kekurangan Buku
Beberapa bagian teknis pengukuran mungkin terasa padat bagi pembaca pemula.
Fokus utama pada sektor tambang, sehingga pembaca dari sektor lain perlu menyesuaikan konteks.
Penutup
Buku ini bukan bacaan sekali duduk yang selesai lalu dilupakan. Ia lebih mirip peta jalan yang bisa dibuka kapan saja saat kebijakan kesehatan kerja perlu ditinjau ulang, atau ketika data lapangan terasa membingungkan. Jika selama ini kesehatan kerja hanya menjadi formalitas laporan, buku ini pelan-pelan mengubahnya menjadi alat berpikir. Di tangan pembaca yang tepat, buku ini bukan hanya dibaca—tetapi dapat dipakai, diuji, dan dijalankan.











